This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Saturday, October 27, 2012

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober - Tanggal 28 oktober 1928, sebagai tanggal yang dijadikan Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa Bangsa Indonesia telah lahir. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Moehammad Yamin.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. 

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.

Johanna Masdani Tumbuan termasuk di antara 71 pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda Kedua, Oktober 1928 dan turut serta mengikrarkan Sumpah Pemuda yang berlangsung di sebuah gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya no. 106 Jakarta Pusat.

Johanna Masdani Tumbuan menjadi seorang saksi sejarah detik-detik Proklamasi Indonesia yang dilakukan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Johanna Masdani Tumbuan juga ikut serta menyusun konsep pembangunan Tugu Proklamasi yang sederhana di depan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) no. 56, Jakarta. Tugu ini kemudian dibongkar oleh Bung Karno, namun dibangun kembali pada tahun 1980-an. Baca juga pada Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia dan Sumpah Pemuda oleh David DS Lumoindong.

Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong.

Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. 

Sunday, October 14, 2012

Winsor McCay, Perintis Animasi Little Nemo di Logo Google Hari Ini

Winsor McCay adalah sosok pembuat animasi komik strip Little Nemo di logo Google hari ini. Little Nemo yang dibuat McCay di tahun 1905 genap berusia 107 tahun hari ini.
Dibandingkan dengan Walt Disney, Max Fleischer, Stan Lee, atau tokoh-tokoh sejenis lainnya, nama Winsor McCay memang terasa sedikit asing. Padahal, sosok ini adalah sang pemula dalam sejarah panjang animasi di dunia, jauh sebelum Walt Disney dan lain-lainnya turut berkiprah di ranah tersebut. 

Tokoh bernama lengkap Winsor Zenic McCay ini dilahirkan di Spring Lake, Michigan, Amerika Serikat, pada 26 September 1869. Ia adalah seorang seniman, dan khususnya dikenal sebagai seorang kartunis sekaligus salah seorang animator pertama yang pernah ada.  

Sejak tahun 1905, Winsor McCay telah menggarap strip komik (rangkaian gambar berisi cerita) berjudul Little Nemo. Komik yang dimuat secara bersambung di suratkabar New York Herald dan New York (Journal) American hingga tahun 1914 ini menjadi salah satu komik paling populer kala itu. Pada tahun 1911, Little Nemo juga tampil dalam bentuk film.  

Setelah Little Nemo meraup sukses, Winsor McCay mengerjakan animasi untuk film pendek bertajuk Gertie the Dinosaur yang dirilis pada tahun 1914. Meskipun bukan film animasi pertama di dunia, namun Gertie the Dinosaur mampu memikat publik Amerika Serikat karena berhasil menampilkan karakter dengan kepribadian yang menarik dan unik.  

Gertie the Dinosaur menggunakan trik animasi yang kelak diterapkan oleh Walt Disney dan para animator dunia lainnya. Selain itu, film ini adalah film pertama yang dibuat dengan menggunakan teknik keyframe animation. Kepopuleran dan pengaruh Gertie the Dinosaur bagi sejarah film animasi dunia membuatnya terpilih untuk duduk di peringkat 6 ke dalam jajaran “50 Film Kartun Terhebat Sepanjang Masa” melalui survei yang dimototi oleh animator dan kartunis legendaris, Jerry Beck. 

Selain Little Nemo dan Gertie the Dinosaur, masih banyak komik maupun animasi yang telah diciptakan oleh Winsor McCay. Untuk strip komik, beberapa buah karya Winsor McCay antara lain A Tale of the Jungle Imps by Felix Fiddle (1903), Little Sammy Sneeze (1904-1906), Dream of the Rarebit Fiend (1904-1913), The Story of Hungry Henrietta (1905), A Pilgrim’s Progress (1905-1910), Little Nemo (1905), Poor Jake (1909-1911), dan lain-lain.  

Sedangkan karya animasi Winsor McCay yang telah difilmkan di antaranya adalah Little Nemo (1911), How a Mosquito Operates (1912), Gertie the Dinosaur (1914), The Sinking of the Lusitania (1918), Dreams of the Rarebit Fiend: Bug Vaudeville (1921), Dreams of the Rarebit Fiend: The Pet (1921), Dreams of the Rarebit Fiend: The Flying House (1921), The Centaurs (1921), Gertie on Tour (1921), Flip’s Circus (1921), hingga The Barnyard Performance (1922).  

Winsor McCay meninggal dunia pada 26 Juli 1934 dalam usia 64 tahun. Tokoh yang pantas dianugerahi sebagai bapak animasi dunia ini dikebumikan di The Cemetery of the Evergreens, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Hasil pemikiran dan karya cipta Winsor McCay tidak bisa dipungkiri telah menjadi salah satu inspirasi bagi para animator dan kartunis di generasi setelahnya, termasuk Walt Disney dan para tokoh legendaris lainnya.  

Wednesday, October 3, 2012

Dokumenter Tentang Penemuan Istri Yesus



Pesan ditulis dalam bahasa Koptik Mesir kuno

Sebuah dokumenter televisi tentang tulisan di potongan kertas papirus yang berkisah tentang istri Yesus ditunda penayangannya.

Temuan papirus itu mengundang kontroversi dari para ahli sejarah dan pemuka gereja yang sebagian besar meragukan keasliannya.

Saluran televisi Smithsonian Channel mengundurkan jadwal penyiaran ke tanggal yang tidak ditentukan, pada saat yang sama para ilmuan melakukan tes lanjutan pada skrip Koptik tersebut.

Tradisi Kristen sejak lama menyatakan bahwa Yesus tidak menikah.

Karen King, profesor Harvard yang menerbitkan riset itu, mengatakan potongan skrip hanya menunjukkan bahwa ada umat Kristen yang meyakini bahwa Yesus menikah.

Smithsonian Channel menyebut papirus itu sebagai "salah satu penemuan terpenting sepanjang masa."

Dokumenter tersebut awalnya akan ditayangkan pada 30 September sebelum para ilmuan dan pemuka agama mempertanyakan keasliannya.

Tom Hayden, manajer Smithsonian Channel mengatakan acara itu akan "memasukkan bagian mengenai tes-tes yang dilakukan dan reaksi akademis atas temuan ini."

"Hal itu akan memungkinkan kita menyajikan cerita yang lebih kaya dan lengkap," kata dia, menambahkan bahwa tanggal penayangan baru akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

Teks dalam papirus itu menyatakan bahwa Yesus menyebut "istri saya." Menurut tim peneliti Prof. King, teks tersebut juga mengutip Yesus yang mengatakan pada para pengikutnya bahwa "sang istri" layak menjadi muridnya.

Papirus itu juga mengidentifikasi sang istri sebagai Maria yang memicu spekulasi apakah Maria yang dimaksud adalah Maria Magdalena.


(bbc/bbc)


Sunday, September 30, 2012

Inilah Gaya Bahasa Para Pahlawan Kita

Inilah Gaya Bahasa Para Pahlawan KitaBahasa memberikan peran yang luar biasa bagi para pejuang nasionalisme. Kemahiran mengungkapkan pikiran secara lisan pada diri para pejuang, menimbulkan dampak yang luar biasa kepada para rakyat,sehingga memungkinkan mereka untuk bersemangat mengikuti ajakannya.   

Para pejuang memiliki karakteristik keindahan tersendiri untuk memberikan semangat kebangkitan, membangkitkan kegairahan serta menunjukkan rasa hormat dan pengabdian. Reaksi-reaksi yang diharapkan dapat menimbulkan ilham/membakar emosi pendengar. Keunikan dari segi kebahasaannya, yang nantinya akan dapat memberikan kesan tersendiri.

Gaya bahasa yang digunakannya bersifat ekspresi dan universal nasionalis. Bahasa yang digunakannya secara spontanitas, namun mampu memikat rakyatnya karena mengandung unsur keindahan dalam berbahasa.


PENDAHULUAN
Gagasan pada dasarnya berwujud buah pikiran, ungkapan perasaan, atau pernyataan kehendak, yang tersimpan pada diri seseorang.Pertukaran gagasan itu sendiri tidak akan dapat berlangsung jika tidak didukung oleh alat penghantar gagasan yang disebut bahasa. Jika seseorang ingin menyampaikan apa yang dipikirkannya,dirasakannya atau dikehendakinya dengan jelas kepada orang lain, maka bentuk-bentuk bahasa yang dipergunakannya pun haruslah mencerminkan kejelasan.


Demikian halnya pada bidang sejarah, bahasa sebagai penghantar gagasan para pejuang nasionalisme untuk menyampaikan inspirasinya. Paham nasionalisme Indonesia mulai dikenal di Indonesia pada awal abad ke-20.Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap individu hasus diserahkan kepada negara kebangsaan, jadi dalam hal ini negara disamakan dengan bangsa.


Jikalau mungkin segi kebahasaan para pejuang nasionalisme tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia pada zaman sekarang, namun keindahan bahasanya membuat generasinya banyak yang mengikuti jejak nasionalismenya.


BUNG TOMO
Berikut cuplikkan pidato almarhum kakek kita yang gagah berani ketika mengusir bangsa Inggris dari tanah Pertiwi:




Bismillahirrohmanirrohim……

Merdeka!!!Saoedara-soedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,………….
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan,menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara Djepang.Mereka minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta.supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih….

Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
Pemoepa-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soematra,……………………
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,……….

Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
Ini djawaban ra’jat Soerabaja
Ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian Hai tentara Inggris!
Tetapi inilah djawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah dan putih,

Maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita,saoedara-saoedara,lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.Sembojan kita tetap:MERDEKA atau MATI.
Allahu Akbar..!Allahu Akbar…!Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!
Permulaan pidato Bung Tomo pada kata “Merdeka”, menunjukkan pengawalan rasa semangat agar perhatian rakyat tertuju padanya. Perkataan lain “Supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan…. dengan membawa bendera poetih…..”.


Mengangkat tangan dan membawa bendera poetih berarti menyerah.
Tetapi Bung Tomo secara spontanitas mengungkapkanya menggunakan majas sinedoks pras prototo (sebagian untuk semua ).


Bung Tomo banyak menggunakan majas paralelisme untuk memperluas dan memperjelas sasarannya,pada kata “ Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Malakoe ……Pemoeda-pemoeda jang berasal dari ….”.
Rasanya tidak ada waktu kosong untuk tidak mengungkapkan gagasanya, jadi selalu ada saja inspirasinya yang begitu menggugah. Pada kata “Telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa dijebol”.


Kata dijebol terkesan rasa ketangguhan jiwa seorang pahlawan.
Kata “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain putih,maka selama itoe tidak akan ganti menjerang mereka itu.”
Kata darah merah menunjukkan selama darah kita masih dapat difungsikan (hidup).
Kain putih menjadi merah dan putih berarti menyerah menjadi menegakkan kembali bendera merah putih/bangkit untuk merdeka .


Dan juga bandingkan dengan lagu Ari Lasso berikut “Selama jantungku masih berdetak, selama itu pula engkau milikku,selama darahku masih mengalir, cintaku takkan pernah berakhir.”. Selarik lagu tersebut hampir bersesuaian dengan bahasa spontanitas yang digunakan Bung Tomo . Jadi begitu alamiahnya gaya bahasa yang begitu indah dan sekarang banyak dipakai kata-kata simbolis tersebut oleh para vokalis .


Kalimat yang digunakan terakhir kali oleh Bung Tomo juga menunjukkan kata-kata yang menggugah semangat dengan bersemboyan yang penuh arti yaitu MERDEKA atau MATI. Karakteristiknya terlihat sekali berbahasa nasionalisme ,dengan menggunakan bahasa perulangan ,penggugah semangat,dan peribahasa yang indah.Akhirnya berdampak pada arek-arek Surabaya untuk mempertahankan dari gempuran tentara Inggris,sehingga dikenang sebagai Hari Pahlawan.


PESAN BUNG KARNO

Mungkin kita masih ingat peristiwa 3 Mei 1964 ketika dihadapan ratusan ribu sukarelawan Dwikora Bung Karno dengan lantang berpidato:

“Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malysia mau konfrontasi ekonomi
Kata hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi konfrontasi militer”

Kalimatnya juga menggunakan majas paralelisme,yaitu pada kata “kita hadapi……..kalau Malaysia”.
Mungkin itulah karakteristik keindahan bahasanya, terlihat seperti bait pantun. Pada kata ”Ini dadaku, mana dadamu?” menunjukkan rasa berani dan tangguh (menantang) dan bermajas sinedok pras prototo. Bung Karno secara spontanitas tidak mengatakan “Ini diriku” , namun ucapan yang langsung terlontar tersebut bergaya bahasa yang memikat.
Akhirnya sejarah membuktikan Bung Karno tanggap terhadap luka dan kemarahan yang dialami oleh rakyatnya dan terlewatilah masalah tersebut. Akan tetapi perasaan tidak bersahabat dengan Malaysia terus membayangi bagai api dalam sekam.


PESAN MOHAMMAD YAMIN

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong,tetapi memangbenar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah Indonesia sendiri”
(Disampaikan pada kongres Pemuda 2 di Jakarta 27 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar,dimana ia menjabat sebagai sekertaris).


Dan perkataan lainya “Peninggalan Majapahit, seperti yang diwariskan kepada kita oleh Gajah Mada,kita terima dengan penjagaan sepenuh hati,supaya dapat diturunkan lagi dengan sempurna kepada bangsa yang akan berumah tangga di atas tumpah darah nusantara yang kekar abadi.”
Moh Yamin menggunakan kata “Akar sejarah “yang merupakan kata simbol untuk mengungkapkan pikirannya yang berarti dasar atau pondasi sejarah Indonesia dan kata “Bangsa yang akan berumah tangga di atas tumpah darah nusantara………..”.


Kata simbol berumah tangga berarti berdomisili.Dan tumpah darah nusantara berarti tanah air nusantara.Pejuang nasionalisme mengungkapkan kata simbol tersebut, terasa menyentuh dan semakin memperjelas maksud tujuanya.


PESAN JENDERAL SUDIRMAN

Pesan beliau, “Tempat saya yang terbaik di tengah-tengah anak buah saya,akan meneruskan perjuangan. Met of zonder pemerintah TNI akan berjuang terus untuk negeri ini “.
Kakek Sudirman sengaja menggunakan bahasa asing, sehingga pencampuran bahasa ini terlihat lebih menunjukkan intelektualitas . Dan lagi-lagi pejaung nasionalisme menggunakan kata-kata yang dapat membawa hati para rakyatnya dengan mengatakan bahwa,” Tempat saya yang terbaik ditengah-tengah anak buah saya”.

Beliau menggunakan kata “anak buah” yang merupakan kata simbolis yang berarti prajurit atau muridnya.Pesan tersebut disampaikannya pada jam –jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan beliau dalam keadaan sakit,namun rasa semangatnya untuk berbangkit tetap ada.


PESAN DR.R.SOEHARSO


“Right or wrong is my country,lebih-lebih kalau kita tahu,negara kita dalam kedaan bobrok,maka justru saat itu lah kita wajib memperbaikinya”
Pejuang yang satu ini merupakan seorang nasionalisme dan patriotisme. Beliau juga menggunakan bahasa asing. Kata” bobrok” yang ditujukan pada Negara Indonesia, terkesan dalam sekali bila didengar/merendahkan.
Negara kita berarti memang benar-benar parah kondisinya, sehingga kata-kata pahlawan tersebut diharapkan dapat mengubah keadaan di suatu negara, dengan menyentuh dan mengajak hati rakyatnya.


PESAN SUPRIYADI

“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat,kedudukan, dan gaji”
Pahlawan nasional tersebut, mengatakan” pangkat ,kedudukan dan gaji “. Kata tersebut memberikan arti yang hampir berdekatan, yang mana maksudnya jabatan atau kekayaan. Kata tersebut bermajas pararelisme (mengulang kata yang maknanya hampir sama). Akan tetapi bila ditelaah pada kamus bahasa Indonesia maknanya mungkin saja sedikit berbeda.Pesan tersebut disampaikan saat beliau memimpin suatu pertemuan yang dihadiri oleh anggota PETA.


PESAN ABDUL MUIS

“Jika orang lain bisa,saya pun bisa, mengapa pemuda –pemuda kita tidak bisa,jika memang mau berjuang”
Pesannya tersebut bernada sindiran terhadap pemuda-pemuda Sulawesi.Kalimatnya yang begitu memukau bermajas ironi, paralelisme dan terkesan bersajak a-a-a-a.Pesan tersebut merupakan pengalamannnya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi.


PESAN PANGERAN SAMBERNYOWO
“Rumangso melu handerbeni,wajib melu hangrungkebi,mulat saliro hangroso wani”
Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I. Pesannya menggunakan Bahasa Jawa ,sehingga terlihat lebih dekat beliaunya dengan Rakyat Jawa. Bahasanya tersebut bersajak a-a-a-a dan menarik sekali bila dibaca. Arti dari kata-kata itu , adalah merasa ikut memiliki, wajib ikut mempertahankan, mawas diri dan erani bertanggung jawab. Pesan beliau tersebut dapat membangkitkan jiwa cinta tanah air bagi rakyat Indonesia..

PESAN PATIH GAJAH MADA
“Sumpah Palapa,saya tidak akan makan buah palapa sebelum mempersatukan seluruh Nusantara di dalam naungan Kerajaan Majapahit”
Gajah Mada adalah seorang patih kepercayaan Prabu Hayam Wuruk(matanggwan) yang yang bersifat satya bhakti aprabhu(setia dengan hati yang ikhlas kepada negara dan Pemegang Mahkota). rasa persatuan dan kesatuaanya sangat tinggi sehingga akhirnya malah mengorbankan dirinya sendiri. Bahasa dari pesannya begitu indah dan bermajas, karena menggunakan keterkaitan buah palapa .


Kata–katanya sungguh meyakinkan dan percaya diri . Pesannya dinamai Sumpah Palapa , bersimbolkan buah palapa yang mana merupakan buah seperti semangka namun pahit . Gajah Mada membuat sumpah dan bukan pesan ajakan karena dia menginginkan rakyat mengikutinya sedangkan dia sendiri mencontohkannya dengan menggunakan bahasa meyakinkan (majas pleonasme).


Bait pesannya yang pertama terdengar indah (bersajak a-a-a-a). Disini Gajah Mada memberikan nuansa yang berbeda ,yaitu pesannya berupa sumpah. 

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober

Hari ini sejarah pahit dan kelam negeri ini pernah terjadi,PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
HARI-KESAKTIAN-PANCASILA


Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Soekarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari
PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.

Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.


Angkatan kelima


Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965

PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezim Demokrasi Terpimpin dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.

Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.


Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.


Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet.

Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".

Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".

Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.

Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.


Detik Detik Meletusnya Peristiwa G30S PKI Pada Tanggal 30 September 1965


Tidak bermaksud mengangkat kembali cerita sejarah tentang terjadinya peristiwa meletusnya G30S PKI di negeri, ini kronologi saat terjadinya pada tanggal 30 September 1965.

Dan ini merupakan bagian sejarah negeri ini, positip dan negatipnya adalah bagian dari revolusi, dan revolusi ada dimana saja dimuka bumi ini.
Selagi ada politik bener dan salah hanya pribadi pelaku politik yang tahu dan baiknya kita bersikap santun dan bermoral dan tetep berjalan dijalan yang bener.
Marilah kita Bijaksana dalam mencerna apa yang kita denger, kita lihat, kita baca dan kita kerjakan.


Berikut yang terjadi pada tanggal 30 September 1965.


30 September malam : Berkumpul aktivis utama Gerakan 30 September ; Letkol Untung, Brigjen Supardjo, Kolonel Latief (AD). Letkol Heru Atmodj, Mayor Sujono dan Mayor Gatot Sukrisno (AU). Aidit dan Sjam (PKI). Satu batalyon Cakrabirawa, batalyon Raider 454 Diponegoro, batalyon Raider 530 Brawijaya, dua peleton brigade Latief, pasukan darat AU, unsure-unsur Pemuda Rakyat dan Gerwani berada di pangkalan Halim


1 Oktober 1965


Dini hari : tujuh regu yang terutama terdiri dari prajurit Cakrabirawa dan sejumlah kecil sukarelawan Pemuda Rakyat mendatangi rumah 7 perwira AD, dengan perintah menangkap dan membawanya ke Halim. (Yani, Harjono dan Panjaitan dibunuh dirumahnya karena melawan, Suprato, Parman dan Sutojo dibawa ke Halim dalam keadaan hidup, Nasution mampu meloloskan diri). Dalam waktu yang bersamaan batalyon raider menduduki Lapangan Merdeka, menguasai istana Presiden, gedung RRI dan pusat Telkom.


05.30 : Suharto dibangunkan tetangganya Mashuri, memberi tahu “kejadian yang luar biasa terjadi di rumah Nasution dan Panjaitan”. 06.30 : Suharto di markas Kostrad, Umar menelpon menyampaikan beberapa informasi dan mendesak Suharto sementara memegang komando atas AD.


07.15 : Pihak pemberontak mengumumkan melalui RRI bahwa Gerakan 30 September adalah suatu kelompok militer yang telah bertindak untuk melindungi Sukarno dari kudeta yang direncanakan oleh suatu dewan yang terdiri atas jendral-jendral yang korup dan menjadi kaki tangan CIA.


09.00 : Dari rumah istri ketiganya Ratna Sari Dewi, Sukarno menuju istana kepresidenan, tetapi membelokkan arah perjalanannya ke Halim setelah mendapat laporan ada pasukan tak dikenal di Lapangan Merdeka. Tiba di Halim ia disambut Omar Dhani dan tokoh pemberontak lainnya. Di Halim presiden kemudian memanggil panglima 4 angkatan guna mengadakan konsultasi.


11.00 : Gerakan 30 September kembali menyiarkan pengumuman di RRI bahwa ; telah dibentuk sebuah Dewan Revolusi yang akan “ merupakan sumber segala kekuasaan dalam Republik Indonesia”.


14.00 : Para prajurit dua batalyon raider yang menduduki Lapangan Merdeka kepanasan, lelah, lapar dan haus. Para pemimpin kudeta tidak mengirim perbekalan. Suharto membujuk supaya pasukan Brawijaya datang ke markas Kostrad.


16.00 : Sukarno memanggil Umar dan Pranoto untuk datang ke Halim, tetapi Suharto melarang 2 jendral ini pergi. Sukarno kemudian menyusun sebuah pernyataan bahwa dia sendiri mengambil alih pimpinan AD. Batalyon raiders Brawijaya bergabung ke Kostrad. Batalyon raider Diponegoro mundur ke Halim. Suharto kembali menguasai pusat Jakarta tanpa tembakan peluru. Ketika Martadinata tiba di RRI untuk menyiarkan pernyataan Sukarno, RRI sudah diambil alih dan Suharto melarang penyiarannya.


19.30 : Setelah seharian sembunyi Nasution akhirnya bergabung di Kostrad. Sukarno mengirim Bambang Widjonarko untuk menjemput Pranoto ke Halim. Suharto melarang Pranoto dan berpesan kepada Bambang supaya mengusahakan agar presiden meninggalkan Halim karena pasukan Kostrad akan merebut pangkalan udara itu dengan kekerasan.


20.15 : Dinas penerangan AD menyiarkan pengumuman di RRI bahwa ; suatu “gerakan kontra revolusi” telah menculik Yani dan 5 jendral lainnya. Pimpinan AD sementara waktu dipegang oleh Suharto dan presiden serta jendral Nasution dalam keadaan aman.


22.00 : Sukarno meninggalkan Halim menuju istana Bogor. Aidit meninggalkan Halim menuju Jawa Tengah. Omar Dhani terbang ke Madiun. Untung meninggalkan pasukannya dan sembunyi di Jakarta.


Tengah Malam : Pemberontakan yang aneh itu berakhir dan sebuah drama besar mulai mengawali kisahnya.


Sumur Lubang Buaya

Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
LUBANG BUAYA

Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
Mayjen TNI R. Suprapto
Mayjen TNI M.T. Haryono
Mayjen TNI Siswondo Parman
Brigjen TNI DI Panjaitan
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
AIP Karel Satsuit Tubun
Brigjen Katamso Darmokusumo
Kolonel Sugiono
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Pasca kejadian

Pemakaman para pahlawan revolusi
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.

Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".


Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan...Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."

Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia."

Supersemar

Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967.
Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.

SUPERSEMAR
Penangkapan dan pembunuhan

Penangkapan Simpatisan PKI

Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara lainnya 2.000.000 orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.


Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan melakukan pembunuhan-pembunuhan massa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat".


Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan puluhan ribu dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan:


"Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius."

Di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.
Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.

Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk beberapa dozen sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.


Peringatan 1 Oktober sebagai HARI KESAKTIAN PANCASILA


Monumen Pancasila Sakti,
Lubang Buaya
Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam par apahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.

Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasmaja, dan Putmainah.


Kontroversi

Beberapa informasi dalam artikel atau bagian ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar.Tolong diperiksa, dan lakukan modifikasi serta tambahkan sumber pada bagian yang diperlukan.
Peristiwa ini sampai sekarang masih diliputi banyak misteri. Banyak pertanyaan yang tertinggal, misalnya dugaan bahwa pemberontakan ini mungkin sengaja diciptakan Soeharto untuk merebut kekuasaan dari Soekarno. Juga, ada teori bahwa Soekarno yang melancarkan pembunuhan karena ingin agar kekuasaannya dapat terus berlangsung dan tidak diancam oleh para jenderal angkatan darat. 


source

Saturday, September 22, 2012

Kerajaan Sriwijaya, Kejayaan Bangsa Melayu


Rektor Universitas Sebelas Maret, Solo, Prof Ravik Karsidi meresmikan Pusat Studi Bangsa Melayu, yang akan menampung segala bentuk riset mengenai bahasa dan budaya Melayu. Riset yang dilakukan adalah hasil kerjasama antara peneliti Indonesia dan Malaysia.
“Menarik untuk diteliti adalah mengenai bahasa Melayu, merupakan akar bahasa Indonesia dan pernah diusulkan untuk menjadi salah satu bahasa internasional. Sebab, pengguna bahasa tersebut tergolong cukup besar, bisa mencapai 400 juta jiwa,” ujar Ravik. 

Berbicara bangsa Melayu atau suku Melayu sudah tentu menunjuk pada suatu kelompok yang ciri utamanya adalah penuturan bahasa Melayu. Suku Melayu bermukim di sebagian besar Malaysia, pesisir timur Sumatera, sekeliling pesisir Kalimantan, Thailand Selatan, serta pulau-pulau kecil yang terbentang sepanjang Selat Malaka dan Selat Karimata. 

Di Indonesia, jumlah suku Melayu sekitar 15% dari seluruh populasi, yang sebagian besar mendiami Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Meskipun begitu, banyak pula masyarakat Minangkabau, Mandailing, dan Dayak yang berpindah ke wilayah pesisir timur Sumatera dan pantai barat Kalimantan, mengaku sebagai orang Melayu. Selain di Nusantara, suku Melayu juga terdapat di Sri Lanka, Kepulauan Cocos (Keeling) (Cocos Malays), dan Afrika Selatan (Cape Malays). 

Nama "Malayu" berasal dari Kerajaan Malayu yang pernah ada di kawasan Sungai Batang Hari. Dalam perkembangannya, Kerajaan Melayu akhirnya takluk dan menjadi bawahan Kerajaan Sriwijaya. Pemakaian istilah Melayu-pun meluas hingga ke luar Sumatera, mengikuti teritorial imperium Sriwijaya yang berkembang hingga ke Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Jadi orang Melayu Semenanjung berasal dari Sumatera (Lihat Peta). 

Berdasarkan prasasti Keping Tembaga Laguna, pedagang Melayu telah berdagang ke seluruh wilayah Asia Tenggara, juga turut serta membawa adat budaya dan Bahasa Melayu pada kawasan tersebut. Bahasa Melayu akhirnya menjadi lingua franca menggantikan Bahasa Sanskerta. Era kejayaan Sriwijaya merupakan masa emas bagi peradaban Melayu, termasuk pada masa wangsa Sailendra di Jawa, kemudian dilanjutkan oleh kerajaan Dharmasraya sampai pada abad ke-14, dan terus berkembang pada masa Kesultanan Malaka sebelum kerajaan ini ditaklukan oleh kekuatan tentara Portugis pada tahun 1511. 

Masuknya agama Islam ke Nusantara pada abad ke-12, diserap baik-baik oleh masyarakat Melayu. Islamisasi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat jelata, namun telah menjadi corak pemerintahan kerajaan-kerajaan Melayu. Di antara kerajaan-kerajaan tersebut ialah Kesultanan Johor, Kesultanan Perak, Kesultanan Pahang, Kesultanan Brunei, dan Kesultanan Siak. Kedatangan kolonialis Eropa telah menyebabkan terdiasporanya orang-orang Melayu ke seluruh Nusantara, Sri Lanka, dan Afrika Selatan. Di perantauan, mereka banyak mengisi pos-pos kerajaan seperti menjadi syahbandar, ulama, dan hakim. 

Dalam perkembangan selanjutnya, hampir seluruh Kepulauan Nusantara mendapatkan pengaruh langsung dari Suku Melayu. Bahasa Melayu yang telah berkembang dan dipakai oleh banyak masyarakat Nusantara, akhirnya dipilih menjadi bahasa nasional Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Tentang kejayaan Kerajaan Sriwijaya ini, Muhammad Yamin, pelaku sejarah asal Sawahlunto Sumatera Barat pernah berimajinasi jika kelak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan “Imperium Nusantara III,” setelah Sriwijaya dan Majapahit. Imajinasi ini diutarakan Muhammad Yamin dan Soekarno di satu pihak, dengan Hatta yang berbeda pandangan mengenai Indonesia yang dicita-citakan, di pihak lain.Imajinasi ini semakin jauh dari kenyataan ketika hampir semua negara yang dicita-citakan Muhammad Yamin dan Soekarno memerdekakan diri. 

Muhammad Yamin juga merupakan pemrakarsa menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional dalam Kongres Pemuda, 28 Oktober 1928. Pada waktu Sumpah Pemuda itu, menurut Ajip Rosidi, seorang sastrawan, bahasa Indonesia dalam masyarakat masih disebut sebagai “bahasa Melayu.” Pemerintah Hindia Belanda, melarang pemakaian istilah “Bahasa Indonesia,” hingga mereka takluk pada bala tentara Jepang (1942). Setelah itu barulah bahasa Indonesia diperkenalkan ke dunia luar.
“Para pemimpin pergerakan kemerdekaan, seperti H.Agoes Salim, Ir.Soekarno, Drs Moh.Hatta, Sjahrir, M.Natsir dan lain-lain menggunakan dan memperkaya bahasa Indonesia melalui tulisan dan pidato-pidatonya,” ujar Ajip Rosidi. 

Dalam lapangan kesusasteraan, Abdoel Moeis menulis Salah Asuhan (1928), Armijn Pane menulis Belenggu (1938), Amir Hamzah menulis Nyanyi Sunyi (1937) memperkaya perbendahaaraan bahasa Melayu ini melalui roman dan puisinya. 

Setelah kemerdekaan, Chairil Anwar di dalam sajak-sajaknya menguasai bahasa Melayu sangat baik. Jika kita berbicara mengenai suku Melayu, bahasa Melayu yang berasal dari Sumatera, tidak berkelebihan pula saya ingin menyampaikan pesan singkat kepada universitas tertua di Sumatera, yaitu Universitas Andalas di Sumatera Barat yang pada 13 September 2012 ini akan berulang tahun. Universitas ini merupakan satu-satunya universitas yang ada di Pulau Sumatera tahun 1956. Pun dibidani oleh Muhammad Yamin yang pada waktu itu menjabat Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia di samping Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI. Pertanyaannya, sejauh mana Universitas Andalas melakukan hal sama bagi pengembangan bahasa Melayu? Apakah sudah lebih dulu melakukan berbagai penelitian sebelum Universitas Sebelas Maret, Solo mendirikan Pusat Studi Bahasa Melayu baru-baru ini? 

source

Sunday, July 8, 2012

Sejarah Sistem Waktu

Sejarah Sistem Waktu




Sejarah Sistem Waktu - Inilah Sejarahnya Sistem Waktu Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa dalam satu hari ada 24 jam, dan dalam satu menit ada 60 detik? Inilah jawabannya.
Sistem bilangan yang paling banyak digunakan manusia saat ini adalah sistem desimal, yaitu sebuah sistem bilangan berbasis 10. Namun untuk mengukur waktu kita menggunakan sistem duodesimal (basis 12) dansexadesimal (basis 60). Hal ini disebabkan karena metode untuk membagi hari diturunkan dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno Mediterania. Pada sekitar tahun 1500 SM, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12, dan mereka mengembangkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di atas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam ke dalam 12 bagian. Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 di tiap jari, tidak termasuk jempol) yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol. 
Jam matahari generasi berikutnya sudah sedikit banyak merepresentasikan apa yang sekarang kita sebut dengan "jam". Sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian, didasarkan atas pengamatan para ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari. Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan. Namun demikian panjang hari dan panjang malam tidaklah sama, tergantung musimnya (contoh: saat musim panas hari lebih panjang dibandingkan malam). Oleh karena itu pembagian jam dalam satu hari pun berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Sistem waktu ini disebut dengan sistem waktu musiman. Pada sekitar tahun 147-127 SM, seorang ahli astronomi Yunani bernama Hipparchus menyarankan agar banyaknya jam dalam satu hari dibuat tetap saja yaitu sebanyak 24 jam, disebut dengan sistem waktu equinoctial. Namun sistem ini baru diterima secara luas oleh saat ditemukannya jam mekanik di Eropa pada abad ke-14.
Eratosthenes (276-194 SM), seorang ahli astronomi Yunani lainnya membagi sebuah lingkaran menjadi 60 bagian untuk membuat sistem geografis latitude. Teknik ini didasarkan atas sistem berbasis 60 yang digunakan oleh orang-orang Babilonia yang berdiam di Mesopotamia, yang jika ditilik lebih jauh diturunkan dari sistem yang digunakan oleh peradaban Sumeria sekitar 2000 SM. Tidak diketahui dengan pasti mengapa menggunakan sistem bilangan berbasis 60, namun satu dugaan mengatakan untuk kemudahan perhitungan karena angka 60 adalah merupakan angka terkecil yang dapat dibagi habis oleh 10, 12, 15, 20 dan 30.
Satu abad kemudian, Hipparchus memperkenalkan sistem longitude 360 derajat. Dan pada sekitar 130 M,Claudius Ptolemy membagi tiap derajat menjadi 60 bagian. Bagian pertama disebut dengan partes minutae primae yang artinya menit pertama, bagian yang kedua disebut partes minutae secundae atau menit kedua, dan seterusnya. Walaupun ada 60 bagian, yang digunakan hanyalah 2 bagian yang pertama saja dimana bagian yang pertama menjadi menit, dan bagian yang kedua menjadi detik. Sedangkan sisa 58 bagian yang lainnya membentuk satuan waktu yang lebih kecil daripada detik.
Sistem waktu ini membutuhkan waktu berabad-abad untuk tersebar luas penggunaannya. Bahkan jam penunjuk waktu pertama yang menampilkan menit dibuat pertama kali pada abad ke-16. Sistem waktu ini digunakan hingga sekarang oleh kita manusia modern. 

Friday, June 29, 2012

Mau Tau Strategi Perang Raja di Jawa?

Apakah raja-raja di Nusantara, khususnya Jawa jaman dulu punya strategi perang? Apakah saat berperang sang mahapatih perang menyusun formasi buat pasukannya? Bila ya, seperti apa?

Ternyata dari data prasasti masa Jawa Kuno, sejak era Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad 7 dan 8 mencatat banyak terjadi peperangan. Apalagi ketika Majapahit berkuasa di abad ke-16 

Berbicara mengenai perang maka tidak terlepas dari strategi perang yang dipakai dalam suatu peperangan. 

Kata strategi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani strategos, yang secara sempit dirumuskan sebagai “seni seorang jenderal”.   

Istilah itu muncul karena pada mulanya strategi berkaitan dengan siasat militer bagaimana seorang jenderal berusaha mengelabui musuh, dan membagi-bagi pasukannya dalam perang.

Dalam teori perang, strategi dan taktik umumnya ditempatkan dalam dua kategori yang berbeda. Dua bidang ini secara tradisional dirumuskan menurut dimensi yang berbeda. Strategi berkenaan dengan ruang yang luas, jangka waktu yang lama, serta gerak militer besar-besaran; sedangkan taktik merupakan aplikasi dari strategi.

Dengan demikian, strategi diartikan prelude (pendahuluan) sebelum terjun ke medan pertempuran, sedangkan taktik adalah kegiatan di medan perang.

Dari kesusateraan Jawa Kuno terdapat bukti bahwa orang pada masa itu telah mengenal strategi perang, antara lain dari kakawin Bhāratayūddha, yang ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh pada masa pemerintahan Jayabhaya dari Kerajaan Kadiri pada tahun 1019 Śaka (1157 M.)

Kakawin ini menuliskan tentang bermacam-macam jenis byūha/wyūha (strategi perang) yang dilakukan oleh Pandawa dan Kurawa dalam peperangan yang langsung berhadapan dengan musuh atau serangan frontal.

Jenis-jenis wyūha yang terdapat dalam kakawin Bhāratayūddha (Wiryosuparto 1968:31–40):

Wajratiksna wyūha (kiri) dan wukir sagara wyūha (kanan)

Garuda wyūha
Makara wyūha & cakra wyūha

Padma wyūha
Ardhacandra wyūha
Kānana wyūha


Strategi perang tersebut bersumber dari kesusasteraan India (Arthasastra), karena pengaruh Hindu sangat kental saat itu.  Pada perkembangannya kemudian, saat VOC masuk Indonesia meneliti strategi dan taktik perang raja-raja Jawa. Kesimpulannya adalah:

1. Penyerbuan secara tiba-tiba
2. Merobohkan pohon-pohon ke jalan raya sehingga jalan tertutup  dan menghalangi serangan musuh.
3. Memutuskan suplai makanan (logistik) agar musuh dipaksa menyerah karena kelaparan
4. Memutuskan suplai air dari bendungan (lihat Schrieke, 1957: 132-135)


Mantap, kan? Strategi perang kerajaan di Indonesia jaman dulu tak kalah dengan bangsa Romawi dan lainnya. 


source

Sunday, June 24, 2012

10 Peristiwa Besar Yang Di Lupakan Sejarah Dunia

10 Peristiwa Besar Yang Di Lupakan Sejarah Dunia - Daftar ini terinspirasi oleh sebuah buku yang sangat bagus” Lost in Times “. Saya sangat merekomendasikan Anda membeli jika Anda ingin membaca lebih detail tentang, orang-orang cerita dan tempat-tempat dalam daftar ini.

10. Cahokia 
 
Amerika yang Terlupakan di Roma

Cahokia Mounds State Historic Site adalah wilayah dimana kota kuno asli (abad 600-1400 M) dekat Collinsville, Illinois.Ini adalah situs arkeologi terbesar terkait dengan budaya Mississippian, yang dikembangkan masyarakat maju di Amerika Utara tengah dan timur, dimulai lebih dari lima abad sebelum kedatangan orang Eropa.

Ini adalah National Historic Landmark dan situs yang ditujukan DALAM perlindungan negara. Selain itu, ini adalah salah satu dari hanya dua puluh Situs Warisan Dunia di wilayah Amerika Serikat. Ini adalah konstruksi tanah prasejarah terbesar di Amerika utara Meksiko. Hal ini juga rumah bagi struktur kayu yang muncul identik dengan fungsi Stonehenge.
Pada titik tinggi perkembangannya, Cahokia adalah kota terbesar di utara pusat kota Mesoamerika besar di Meksiko.
Walaupun itu menjadi rumah hanya dari 1.000 orang sebelum tahun 1050, penduduknya tumbuh eksplosif setelah tanggal tersebut. Arkeolog memperkirakan populasi kota di antara 8.000 dan 40.000 pada puncaknya, dengan lebih banyak orang yang tinggal di desa-desa pertanian terpencil yang menyediakan pusat kota utama.Pada 1250, penduduknya lebih besar dari London, Inggris.
Jika perkiraan populasi tertinggi benar, Cahokia lebih besar dibanding kota-kota berikutnya di Amerika Serikat, sampai sekitar tahun 1800, ketika populasi Philadelphia tumbuh melampaui 40.000.

9. Kapal Sultana 
 
Bencana yang terlupakan

kapal uap Sultana adalah paddlewheeler Sungai Mississippi, hancur dalam sebuah ledakan pada tanggal 27 April 1865. Hal ini mengakibatkan bencana maritim terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.Diperkirakan 1.800 dari 2.400 penumpang tewas ketika salah satu dari empat kapal boiler meledak, dan Sultana tenggelam tidak jauh dari Memphis, Tennessee.Alasan bencana ini sebagian besar dilupakan oleh sejarah adalah karena terjadi segera setelah pembunuhan Presiden Abraham Lincoln, dan selama seminggu Perang Saudara.
Sebagian besar penumpang baru adalah tentara Union, terutama dari Ohio yang baru saja dibebaskan dari kamp penjara Konfederasi seperti Cahawba dan Andersonville.
Pemerintah AS telah mengontrak Sultana untuk mengangkut para mantan tahanan perang kembali ke rumah mereka. Penyebab ledakan adalah boiler bocor dan buruk dan belum diperbaiki.
Boiler (atau “boiler”) meledak saat kapal melaju 7 sampai 9 mil ke utara Memphis pukul 2.00 pagi di sebuah ledakan dahsyat yang mengirim beberapa penumpang di dek ke dalam air dan menghancurkan sebagian kapal .
Batu Bara panas menyebar oleh ledakan segera mengubah superstruktur tersisa menjadi neraka, sorotan yang dapat dilihat di Memphis.

8. Ziryab 
 
Budak yang merubah Masyarakat

Ziryab (789-857 M) adalah seorang polymath Persia: seorang penyair, musisi, penyanyi, ahli kecantikan, perancang busana, selebriti, trendsetter, strategi, astronom, botanis, geografi dan mantan budak.Kebanyakan orang tidak pernah mendengar tentang Ziryab, namun setidaknya dua inovasi nya tetap digunakan sampai hari ini: ia memperkenalkan gagasan tentang hidangan tiga (sup, hidangan utama, puding) dan ia memperkenalkan penggunaan kristal untuk gelas minum (sebelumnya logam merupakan bahan utama).
Dia memperkenalkan asparagus dan sayuran lainnya ke dalam masyarakat, dan membuat perubahan yang signifikan dan penambahan pada dunia musik. Dia memiliki banyak anak, yang semuanya menjadi musisi, dan menyebar warisannya seluruh Eropa. Dia mungkin bisa dianggap sebagai Bach kuno.
Daftar perubahan sosial Ziryab dibuat sangat besar – ia mempopulerkan rambut pendek dan cukur untuk pria, dan memakai pakaian yang berbeda berdasarkan musim.
Dia menciptakan pasta gigi rasa menyenangkan yang membantu kebersihan pribadi (dan umur panjang) di wilayah tersebut, dan juga menemukan sebuah deodoran ketiak. Dia juga mempromosikan mandi dua kali sehari.

7.Peshtigo 
 
Kebakaran di Hutan

Kebanyakan orang membaca ini akan terbiasa dengan Great Chicago Fire yang menewaskan ratusan dan menghancurkan 4 mil persegi dari Chicago, Illinois.Namun, kebanyakan orang tidak tahu bahwa pada hari yang sama api yang jauh lebih buruk terjadi, di Peshtigo, Wisconsin.8 Oktober 1871, Kebakaran di Peshtigo, Wisconsin, adalah kebakaran yang menyebabkan kematian paling banyak oleh api dalam sejarah Amerika Serikat.
Pada hari yang sama dengan Peshtigo dan kebakaran Chicago, kota Belanda dan Manistee, Michigan, di Danau Michigan, juga dibakar, dan nasib yang sama menimpa Port Huron di ujung selatan Danau Huron.
Pada saat itu berakhir, 1.875 mil persegi hutan telah dikonsumsi dan dua belas komunitas masyarakat hancur. Antara 1.200 dan 2.500 orang diperkirakan telah kehilangan kehidupan mereka.
Api itu begitu kuat itu melonjak beberapa mil di atas perairan Green Bay, dan bagian yang terbakar dari pintu Semenanjung , serta melompat ke Sungai Peshtigo sendiri untuk membakar di kedua sisi kota .
saksi melaporkan bahwa badai yang dihasilkan angin puting beliung yang melemparkan mobil rel dan rumah ke udara.
Banyak yang selamat dari badai yang melarikan diri dari api dengan membenamkan diri dalam Peshtigo Sungai, sumur, atau kubangan lain. namun Beberapa tenggelam sementara yang lain menyerah karena hipotermia di sungai dingin.

6.Gil Eanes 
 
Passing Point of No Return

Nama Gil Eannes hampir ingatkan pada alat rumah tangga; juga adalah bahwa dari tempat yang terkait dengan penjelajah Portugis, Cape Bojador. Eannes juga tidak benar-benar menemukan tanjung ini: tempat itu telah diketahui selama bertahun-tahun.Untuk penjelajah waktu Eannes’s, Bojador mewakili sebuah penghalang unbreachable, titik yang tidak kembali, dan itu adalah pencapaian pahlawan ini enggan untuk lulus bahwa batas tak terlihat, tahun 1434.
Dengan demikian, dia membuka wilayah baru, tidak hanya di darat tetapi di dalam pikiran, dan dengan demikian dimungkinkan zaman keemasan eksplorasi Portugis, dengan segala kemuliaan dan kengerian.
Pada saat itu kebijaksanaan konvensional menyatakan bahwa Matahari paling panas di khatulistiwa. Jadi, bahkan jika sebuah kapal bisa melewati Cape Bojador, Matahari khatulistiwa akhirnya akan membakarnya menjadi bubuk.
Selanjutnya, kapal entah bagaimana berhasil melewati semua bahaya lainnya, awak akan paling karena bertemu monster yang tak terkatakan di wilayah sub-khatulistiwa yang dikenal sebagai Antipodes.
Dengan memiliki keberanian untuk mempertaruhkan nyawanya (akibatnya membuka dunia baru,) Eanes secara menjadi pelopor pada penjelajahan bangsa-bangsa eropa untuk masa – masa selanjutnya. Dia, juga akan disalahkan karena akan menjadi pelopor perkembangan masa – masa perbudakan di eropa.

5.Joseph Warren 
 
Bapak Revolusi

Joseph Warren (1741-1775 M) dianggap oleh banyak orang pada masanya sebagai arsitek sebenarnya dari Revolusi Amerika.Dia adalah tokoh kunci dalam salah satu pihak yang paling terkenal dalam sejarah pesta teh.
ia menulis satu set ketetapan yang berfungsi sebagai cetak biru bagi pemerintah otonom Amerika yang pertama . Ia menyampaikan pidato yang memicu pertempuran pertama dari Perang Revolusi. Ia mengutus Paul Revere keluar di salah satu wahana sejarah yang paling terkenal.
Dia adalah pemimpin Patriot , sebelum Deklarasi Kemerdekaan, untuk mempertaruhkan nyawanya melawan Inggris pada Battlefield (Sandler 55). Dan, sungguh, ia telah banyak hilang dari sejarah. Ia dikelilingi oleh nama-nama yang sangat terkenal dari sejarah Kemerdekaan Amerika, namun namanya sendiri hampir tidak pernah kita dengar hari ini.
Menariknya, saudaranya juag menemukan Harvard Medical School, dan empat belas Nagara bagian di AS memiliki nama County Warren .

4.George de La Tour 

 
Master Yang Dilupakan

Georges de La Tour (13 Maret 1593, Vic-sur-Seille, Moselle – 30 Januari 1652, Luneville) adalah seorang pelukis, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di Kadipaten Lorraine, (yang diserap ke Prancis antara 1641 dan 1648,) selama hidupnya.Ia melukis adegan kebanyakan agama diterangi oleh cahaya lilin. setelah berabad-abad ketidakjelasan anumerta, selama abad 20, ia menjadi salah satu yang paling sangat dihormati oleh seniman Baroque di Perancis abad ke-17.
Dalam hidupnya ia dikenal sebagai Pelukis untuk Raja (Perancis), dan dianggap sebagai salah satu seniman terbesar. Sangat sedikit dari karyanya bertahan dan alasan ketidakjelasannya tidak diketahui, namun berkat upaya Hermann Voss, seorang sarjana Jerman, pada tahun 1915 karyanya ditemukan kembali.

3 . Pelatihan Harimau 

 
Pengujian hari H

Latihan harimau, atau Operasi Harimau, adalah nama kode untuk sebuah latihan skala penuh pada tahun 1944 untuk hari-H invasi Normandia.Selama latihan, satu konvoi Sekutu diserang, mengakibatkan kematian 749 prajurit Amerika. Kurangnya pengetahuan yang luas dari latihan ini adalah disengaja (tidak seperti kebanyakan orang lain di daftar ini).
Untuk menyembunyikan rasa malu yang besar dari kegagalan resmi latihan perang ini, semua yang terlibat disumpah untuk tidak membocorkan rahasia ini sebelum invasi yang sebenarnya.
Ten missing officers involved in the exercise had Bigot–level clearance for D-Day, meaning that they knew the invasion plans and could have compromised the invasion should they have been captured alive.
Sepuluh petugas yang m,engetahui invasi ini hilang, dan rencana invasi sesungguhnya hampir dibatalkan sampai tubuh ke sepuluh petugas latihan ditemukan
Dengan sedikit dukungan atau tidak, dari angkatan bersenjata Amerika atau Inggris, untuk usaha apapun untuk memulihkan tetap mendedikasikan peringatan untuk peristiwa itu, penduduk sipil wilayah Devon dan small ken melakukan acara untuk memperingati peristiwa tersebut, setelah menemukan bukti-bukti setelah terdampar di pantai beachcombing pada awal tahun 1970.

2 .Kereta Bawah Tanah Pertama Amerika 

 
Rahasia Kereta Bawah Tanah New York

Pada tahun 1904, sistem kereta bawah tanah modern New York secara resmi dibuka dan mengubah kota selamanya. Tapi apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa itu bukan kereta bawah tanah pertama.Karena kemacetan yang mengerikan di Broadway, Alfred Ely Beach (pemilik muda dari majalah Scientific muda Amerika) disebut yang mempunyai ide – untuk membangun kereta api bawah tanah, yang menggunakan kipas raksasa untuk mendorong dan menyedot railcar mundur dan maju melalui terowongan.
Karena korupsi komisaris pekerjaan umum, William Tweed, Beach harus mendapatkan persetujuan untuk membangun terowongan itu dengan berpura-pura itu menjadi sebuah sistem pengiriman surat. Tweed (penghasilan yang sebagian besar berasal dari angkutan kota) tidak memveto permintaan.
Beach dan sekelompok kecil orang mulai menggali terowongan di bawah Broadway dalam gelap malam. Seluruh perusahaan dirahasiakan, sebagai kotoran tersembunyi di ruang bawah tanah sebuah gedung dibeli Beach untuk tujuan itu.Pekerjaan berjalan dengan baik, tapi sesaat sebelum mereka bisa menyelesaikan baris pertama mereka mendapat angin dan didukung publik.
Beach tim bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan kereta bawah tanah, dan dengan gaya yang mewah mereka membuka untuk umum kereta api bawah tanah pada tanggal 1 Maret 1870. Dia memungut dua puluh lima sen per penumpang untuk perjalanan dari Warren Street ke Murray Street. Ini adalah sukses besar – membawa lebih dari 400.000 penumpang pada tahun pertama beroperasi.
Sayangnya Tweed sangat marah dan memveto ekstensi masa depan kereta bawah tanah. Tweed akhirnya dipenjara karena korupsi, dan izin diberikan untuk Beach untuk melanjutkan pekerjaan memperluas kereta bawah tanah, tapi sayangnya investor pribadi cepat menghilang, karena awal dari krisis ekonomi.
The subway was not completed and remained hidden under the city completely sealed up (complete with the luxury car and machinery) until it was subsumed into the present City Hall Station.
kereta bawah tanah itu tidak diselesaikan dan tetap tersembunyi di bawah kota benar-benar tertutup (lengkap dengan mobil mewah dan mesin) sampai ia dimasukkan ke City Hall Station sekarang. Berikut adalah rute kereta bawah tanah di Google Maps.

1.House of Wisdom 

 
Hilang dalam waktu

Rumah Kebijaksanaan adalah perpustakaan dan terjemahan lembaga di Abbassid-era Baghdad, Irak. Itu adalah institusi kunci dalam Gerakan penTerjemahan , dan dianggap telah menjadi pusat intelektual utama dari Zaman Keemasan Islam .
Rumah merupakan pusat tak tertandingi untuk studiKemanusiann dan bagi ilmu pengetahuan Islam, termasuk matematika Islam, astronomi Islam, kedokteran Islam, alkimia Islam dan kimia, zoologi dan geografi Islam.
Menjabarkan naskah Persia, India dan Yunani termasuk Pythagoras, Plato, Aristoteles, Hippocrates, Euclid, Plotinus, Galen, Sushruta, Charaka, Aryabhata dan-Brahmagupta para ulama mengakumulasi kumpulan pengetahuan yang terbesar di dunia, dan dibangun melalui penemuan mereka.
Seiring dengan semua perpustakaan lainnya di Baghdad, Rumah Kebijaksanaan dihancurkan selama invasi Mongol di Baghdad, pada tahun 1258. Dikatakan bahwa perairan Sungai Tigris menjadi hitam selama enam bulan karena tinta dari sejumlah besar buku yang dilemparkan ke dalam sungai.
Jumlah pengetahuan yang hilang tahun itu tidak dapat digambarkan. Hal ini bahkan lebih mengejutkan karena kebanyakan orang lebih tahu dengan penghancuran perpustakaan Alexandria, tapi sedikit yang tahu tentang hilangnya Rumah Ilmu Pengetahuan Terbesar di baghdad untuk era itu.